Kamis, 19 Maret 2020

NUBY Dipeez Self Feeding Spoon - Solusi Untuk Si Kecil Belajar Makan Sendiri

Hallo moms,

Apa kabar semua setelah hari kelima #dirumahaja dan #selfquarantine ? Jujur ya, kalau aku sebenernya udah bosen banget. Rasanya udah kangen mengembara lagi keliling Jakarta ikutan event dan membawa pulang tentengan goodie bag banyak :) . Tetapi demi kenyamanan bersama aku berusaha menahan diri untuk tidak berpergian. Bulan Maret ini menjadi lebih challenging karena disertai degan kasus Corona Virus yang melanda banyak negara termasuk di Indonesia. Tetap stay safe ya moms. Waspada boleh, panik jangan. Jangan sampai terbawa berita hoax juga ya!

Kali ini aku mau sharing, tetapi bukan seputar Corona Virus ya. Jadi ceritanya si Rania sekarang usianya sudah 3 bulan. Berarti 3 bulan lagi sudah harus MP–ASI, PR banget buat aku untuk mempersiapkan segala sesuatunya baik dari segi nutrisi, ukuran makanan, bentuk makanan, cara mengolahnya, termasuk dari peralatan makan yang akan digunakan. Semuanya pasti aku usahakan yang terbaik demi si kecil.

Bicara soal peralatan makan si kecil, siapa yang peralatan makannya ga beli melainkan pakai seadanya yang didapat dari kado?hayo ngakuuu..... Ini mah aku waktu MP–ASI Reina dulu ya. Hehe #intermezzoaja

Untuk awalan ketika MP–ASI  memang kita masih harus menyuapi makanan untuk si kecil ya moms. Namun seiring berjalannya waktu, kita harus mengajarkan si kecil untuk makan sendiri. Dalam mengajarkan kemandirian untuk anak pasti terjadi beberapa kendala. Sebagai contoh kendala yang di dapat ketika si kecil makan sendiri adalah TERSEDAK alias keselek! Supaya ga tersedak ketika makan, aku mau berbagi tips dari Nuby dengan hindari 4 faktor penyebab bayi tersedak


    1. Porsi dan Suapan. Jangan berikan porsi suapan terlalu banyak. Pilih sendok makan yang nyaman dan pas masuk ke mulut si kecil. Ga mungkin kan kita paksain langsung pake sendok stainless?
    2. Ukuran makanan. Jangan terlalu besar atau  kecil. Artinya disesuaikan dengan si kecil ya moms untuk ukuran makanannya. Sehingga si kecil nyaman ketika makan.
    3. Bentuk Makanan. Potong makanan yang berbentuk bulat dan panjang.
    4. Tekstur Makanan. Jangan terlalu keras dan kental, melainkan berikan yang mudah lumat jadinya gampang ditelan.
Dari keempat hal diatas aku coba aplikasikan sebagai upaya untuk menghindari Reina tersedak di kala itu. Dan berhasil dong, makan berjalan dengan lancar dan mulus. Tinggal nanti diterapkan ke Rania juga.

Sebenarnya kita tuh perlu banyak bersyukur dengan kecanggihan teknologi yang ada sekarang ini. Segala informasi mudah di dapat melalui mesin pencarian, social media, iklan, grup WA emak emak, dan sebagainya yang berbasis teknologi. Berbeda dengan jaman dahulu yang kita hanya bisa tanya ke orang tua dan terkadang berbeda pendapat dengan diri sendiri. Alhamdulillah sekarang dipermudah seiring berkembangnya teknologi, sehingga kita bisa menyimpulkan serta menentukan sendiri yang terbaik untuk si kecil.

NUBY DIPEEZ SELF FEEDING SPOON

Siapa yang sudah tau tentang Nuby? Kalau aku jujur, baru tahu Nuby ketika ikutan event Mom Kece Jago Ngeblog yang diadakan oleh MomAcademy pada tanggal 15 Maret 2020. Ketinggalan banget nih aku, malu banget jadinya. Tetapi meskipun  baru pertama kali tahu dan lihat, aku langsung jatuh cinta sama produk - produk Nuby. Produknya lucu - lucu, desain menarik dan dibuat dari bahan - bahan yang  aman untuk anak. Nuby adalah brand peralatan makan dan minum untuk anak hingga usia 24 bulan. Kalau udah lebih dari 24 bulan boleh pakai?ya tentu boleh dong, ga ada larangan asal si kecil suka.

Lalu saat event berlangsung ada sharing sesion dari Nuby yang mempresentasikan produk barunya yaitu Dipeez Spoon


Sekilas membaca kata spoon berarti sendok ya. Ini sendok bukan sembarang sendok. Melainkan sendok yang memang di desain dan di buat khusus untuk bayi. Bentuknya aja unik, menyerupai mainan sehingga meurutku membuat si kecil semakin tertarik untuk belajar makan sendiri. Lalu apa sih keunggulan Nuby Dipeez Spoon ini?

FEATURE:

  • Tersedia dalam warna biru dan pink
  • Encourages self feeding – Melatih dan mendukung anak untuk dapat makan sendiri
  • Terbuat dari silicon yang lembut
  • Ujung satu yang bertekstur untuk anak belajar makan sendiri, cocok untuk makanan lembut dan murni
  • Ujung satu adalah sendok lembut untuk orang tua membantu makan si kecil setelah si kecil belajar makan sendiri
  • Kedua ujung terdapat pelindung anti sedak
  • Bisa digunakan sebagai theeter
  • BPA FREE
  • Ukuran : 14cm x 5 cm x 4 cm
  • KOMPOSISI : 100% Silicon


"Nuby selalu berusaha untuk membuat hidup orang tua dan anak mudah, sederhana, dan menyenangkan. "


PENGALAMAN TEST PRODUK NUBY DIPEEZ SELF FEEDING SPOON

Setelah sharing sesion produk Nuby Dipeez selesai, setiap moms dipersilahkan untuk test produk. Aku test produk dengan elus - elus, pegang, ditekuk, dilihat, diraba, diterawang, apa saja dilakukan  pokoknya yang penting rasa penasarannya hilang. Dari penilaianku produk Nuby Dipeez Spoon ini bagus, lentur, lembut, dan sangat cocok untuk si kecil. Bahannya aman dan tidak ada permukaan yang tajam / berbahaya untuk si kecil. Desainnya juga OK dengan pelindung anti sedak di kedua ujungnya.

Sempat penasaran dengan 3 bulatan pegangan yang ada di tengah. Kenapa ada yang bentuk nuruf Z, titik, garis, dan ternyata fungsinya untuk melatih sensorik si kecil. Si kecil bisa merasakan bentuk yang berbeda ketika menggenggam, dan tentunya semakin menarik perhatiannya. Jadi nilai plus dari Nuby Dipeez Spoon ini selain bisa untuk sendok silicon anti sedak, theeter, sekaligus menjadi sensory play untuk si kecil. Minusnya, aku ga bisa cobain buat gigitin langsung. wkwkwk

REVIEW PRODUK NUBY STACKABLE BOWL WITH LIDS


Emak - emak seketika bahagia ketika pulang dari event membawa tentengan goodie bag. Apalagi isi goodie bagnya memang barang yang sedang dibutuhkan. Seperti aku yang dapetin Nuby Stackable Bowls with Lids. Pas banget untuk persiapan MP-ASI Rania. 

Review jujur nih dari aku ya. Stackable bowl ini easy going. Pas banget kalau dibawa bepergian, prepare snack di rumah, atau untuk tempat makanan si kecil yang porsinya tidak terlalu banyak, namun juga tidak terlalu sedikit. Yang utama terbuat dari bahan yang BPA free ya. Bentuknya bulat sehingga memudahkan pencucian. Warna dan gambar - gambarnya cukup memanjakan mata si kecil. Dengan Stackable bowl ini aku terbantu banget untuk memanage tempat makanan atau snack si kecil yang ga terlalu makan banyak space karena ukurannya pas. Selain itu dengan tutup yang rapat membuat makanan tidak mudah tumpah. Nuby ini memang sudah mempersiapkan segala sesuatu produknya aman bagi si kecil. Ketika si kecil nyaman, ibu pun senang.

DIMANA BISA MENDAPATKAN PRODUK NUBY?

Produk Nuby ini sudah banyak jenisnya ya. Moms bisa cek langsung dan follow di instagram NubyIndo untuk mengetahui produk Nuby selengkapnya, info promo, serta give away. Jangan lupa follow IG aku @ratihputri0 ya, nanti aku  follback. Untuk pembelian produk Nuby  bisa dilakukan di Nuby Official Store yang ada di MothercareShopee, dan Tokopedia . Tinggal pilih, klik, beli, bayar, tunggu suara "paket" di depan rumah, lalu produk siap digunakan. Jangan lupa disterilkan dulu sebelum digunakan ya!

LOVE BABY, LOVE NUBY



With Love,
Ratih Putri

#NubyDipeezSpoon
#NubyIndo
#MomAcademy
#MomAcademyTangerang
#MomAcademyXNuby

Referensi:
Foto & Infografis: Ratih Putri
Model anak: Nun, anaknya moms Meka
Produk Nuby: instagram @nubyindo

Rabu, 04 Maret 2020

Biografi Penulis

Hi mom, dad, aunty, uncle, bro, sis, dan seluruh pembaca blog ini apalah itu sebutannya. 

Sudah tulisan ke 5 ini. Alhamdulillah. Ternyata menulis itu juga gampang - gampang susah setelah dirasain. Butuh mood yang bener - bener apik menurutku. Oh ya, aku belum memperkenalkan diri. Tak kenal maka tak sayang, jadi simak biografi berikut ini ya.

Ratih Kusuma Putri. Biasa dipanggil Ratih ketika masih single. Namun setelah punya anak panggilannya jadi berubah seperti Mama Renia / Mama Rania. Siapa  ngerasain hal yang sama? jangan ketawa sendiri ya. Hehe. Aku lahir di Salatiga tepatnya tanggal 13 November 1993 jamnya ga tahu yang jelas hari sabtu. Usiaku saat ini 26 tahun (jadi kalian ga perlu hitung ya). Untuk saat ini aku berdomisili di Cipondoh, Tangerang. Ada yang deketan ga? Boleh mampir ya. 

Aku adalah ibu dari 2 orang anak yaitu Reina dan Rania. Reina usia 3 tahun, Rania usia 2 bulan. Kalau ditanya kapan Rania punya adik? aku jawab 2 anak cukup. Rio adalah nama dari suamiku dan ayah dari anak - anakku. Golongan darahku O ya, barangkali ada yang membutuhkan atau suatu saat aku butuh bantuan.

Awalnya aku adalah seorang wanita karir. Namun sekarang lagi fokus menjadi ibu rumah tangga, mahasiswa, dan mom influencer. Ceritaku tentang mom influencer bisa dibaca disini ya.  Disamping itu aku juga masih merintis usaha online yang nantinya ingin aku wujudkan toko offline nya. Namanya Tokokularis, bisa cek di Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak ya.

Saat ini aku masih proses menyelesaikan skripsi ku di Universitas Muhammadiyah Tangerang, FEB-Akuntansi. Doakan lancar, sukses, dan mendapat hasil yang memuaskan ya. Bisa jadi lulusan terbaik. Aamiin. Ilmu yang di dapat semoga bisa bermanfaat bagi orang banyak. Kalau ditanya sudah jadi ibu kenapa masih kuliah? Ya karena menuntut ilmu itu ga ada batasan waktu, usia, ataupun halangan lainnya. Seperti pepatah "tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina". Yang masih muda, apalagi single jangan mau kalah ya.

Orang tuaku berpisah semenjak usiaku 7 tahun. Berasal dari keluarga biasa bahkan bisa dibilang broken home tak menyurutkan tekadku untuk terus maju. Aku ga mau hanya pasrah dengan keadaan, yang aku mau adalah terus maju demi kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Perjalanan hidup yang dilalui banyak rintangannya. Lain waktu mungkin bakal aku tulis perjalanan hidupku, kira - kira bisa jadi novel atau cerpen ga ya?

Oh ya jika ingin mengetahui keseharianku dan mengenalku lebih jauh lagi, bisa follow akun social media ku dibawah ini ya:




Auto follback dari aku. 

Sekian biografi penulis ini dibuat dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat - singkatnya karena kejar - kejaran ama jam tidur anak. Terima kasih yang sudah membaca dan boleh berikan masukan atau komentar ya. Dengan senang hati akan ku terima dan coba menjawabnya. Yang terakhir jangan lupa bahagia.

#RatihKusumaPutri
#IbuRumahTangga
#BiografiPenulis
#MomInfluencer
#MahasiswaUMT
#MahasiswaFEBUMT
#Tokokularis





INFLUENCER DAN MOMINFLUENCER.ID

INFLUENCER itu apa sih??

Begitu dengar kata influencer di telingaku seperti tidak asing, bahkan sepertinya sering di dengar namun aku ga tahu artinya. Maklumin ya, buibu nih. Hehe. Tapi sekarang aku tahu apa itu influencer. Jadi secara sederhana, seseorang yang bisa memberikan pengaruh di masyarakat bisa disebut sebagai seorang influencer.

Umumnya, seorang influencer memiliki jutaan pengikut (follower) di social media. Namun, tidak selalu demikian. Dengan follower ribuan, seseorang juga bisa disebut influencer jika punya pengaruh besar kepada audience / masyarakat.


MOMINFLUENCER.ID itu apa sih?

Mom Influencer Indonesia merupakan "A support system to connecting mom through positive content. Because every mom is a super mom." Simpel ya penjelasannya??sengaja dibuat simpel supaya pada penasaran lalu gabung di komunitas kami agar bisa mengartikannya sendiri dan merasakan manfaat join di Mom Influencer Indonesia. 


29 Febuari 2020, 

Aku menguatkan niat serta tekadku untung datang ke event #MomiBelajarBareng sekaligus #MamaPreneurGathering. Kuberanikan diri melangkahkan kaki menuju lokasi. Perjalanan dari Tangerang ke Kebayoran Lama di support oleh Commuter Line dan Ojek Online.

Aku menikmati rangkaian acara dari awal hingga akhir, walaupun diiringi bunyi permainan gendang dari cacing di perut yang sudah minta jatah makan. Keseluruhan materinya aku serap dengan baik karena cara penyampaian oleh pematerinya juga ok banget.

Nih ya sedikit cerita mengenai ilmu yang aku dapat:

Opening yang singkat, padat, dan jelas dari Dekoruma. Jujur aku baru tahu dan baru pertama kali ke dekoruma. Ternyata di dalamnya banyak perabotan rumah yang minimalis dan unik. Bahkan Dekoruma selain menjual perabotan rumah tangga, namun juga memfasilitasi desain interior lhoohh, perabotan yang akan dibeli juga bisa disesuaikan ukurannya dengan space yang ada di rumah (bisa custom).



Pemanasan oleh 30degreemedia yang menjelaskan mengenai podcast. Selain itu sempat ada praktek membuat podcast. Para momin yang awalnya belum mengenal podcast atau masih ragu untuk membuat podcast jadi memberanikan diri, malah sapai berebut mau nyobain bikin podcast.

Gerakan inti oleh jamanow_id . Awalnya aku pikir jamanow itu aplikasi kekinian buat anak muda, ternyata bukan. Jadi dengan jamanow semua bisa jadi. Bisa jualan dari rumah, bisa menghasilkan cuan, bisa punya toko, bisa punya website sendiri, pokoknya semua bisa jadi. Dan serunya lagi bisa praktek langsung dengan download aplikasinya di Play Store. Lalu setelah daftar dan aplikasinya terbuka aku melihat komisi penjualan yang bisa aku dapatkan membuat mataku gambarnya cuan.


Pendinginan oleh Youvitforlife . Pematerinya adalah nutitionist youvit. Beliau menjelaskan diet itu bukan untuk kurus namun untuk sehat. Sehat dari isi piring yang kita makan sehari - hari dan diimbangi dengan olahraga. Nah, untuk vitaminnya pakai youvit biar tetap sehat dan bugar.


Waktu 3 jam yang dilalui terasa cepat. Yang jelas aku bisa dapat pengetahuan baru di atas karena join di mominfluencer.id . Yang ga pernah ketinggalan pastinya aku juga dapat lunch dan goodie bag menarik buat tentengan pulang. Jadi ga sabar mau ikutan event selanjutnya dari #MominfluencerID



#MomiXJamanow

#Influencer

#MomInfluencer

#MomInfluencerID

Kamis, 20 Februari 2020

Stimuno untuk Balita dan Dewasa: Ekstrak Tanaman Meniran


Sebagai seorang ibu, aku adalah orang nomor satu yang peduli dengan kesehatan anak dan keluarga. Apalagi, belakangan ini cuaca lagi ekstrem dan terjadi banjir di beberapa wilayah Kota Tangerang. Hal ini patut diwaspadai karena berpotensi menimbulkan penyakit dari berbagai macam virus. Aku jadi teringat semboyan "di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Oleh karena itu sehat berawal dari rumah.

Kunci dari tubuh yang sehat adalah daya tahan tubuh yang kuat. Daya tahan tubuh berfungsi sebagai benteng untuk menjaga tubuh kita dari kemungkinan terserang berbagai virus, bakteri, dan penyakit. Jika daya tahan tubuh melemah maka akan terjadi kondisi sebaliknya yaitu rentan terkena penyakit. Apalagi untuk si kecil yang imunnya masih berkembang, sebisa mungkin jangan sampai sakit karena dapat berpotensi menghambat tumbuh kembangnya.

Lalu, bagaimana langkahku sebagai ibu untuk menjamin daya tahan tubuh si kecil dan keluargaku tetap kuat? 

Jawabannya adalah STIMUNO.



Stimuno adalah Imunomodulator untuk meningkatkan dan memperkuat sistem imun. Jadi cara kerja dari stimuno yaitu merangsang tubuh memproduksi lebih banyak antibodi, agar sistem imun tubuh aktif secara optimal. Terbuat dari bahan 100% herbal - ekstrak tanaman meniran (Phyllantus niruri). 

Stimuno adalah satu - satunya produk imunomodulator yang telah teruji klinis ke manusia, sehingga mendapatkan sertifikat produk herbal tertinggi "FITOFARMAKA" dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta dijamin HALAL. Oleh karena itu aku yakin menggunakan produk Stimuno untukku, anakku, dan keluargaku. Bisa cek di https://sahabatdexa.com/stimuno ya untuk lebih detailnya. 

Oh ya, stimuno untuk anak / balita mulai umur 1 tahun ke atas hadir dalam bentuk syrup kemasan botol 60ml, 100ml, dan stick pack 5ml. Tersedia dengan 3 rasa enak yaitu rasa original, anggur, dan jeruk. Kalau kakak Reina favoritnya rasa Anggur. Doyan banget anaknya. Jadi ketika sudah mulai ada tanda - tanda daya tahan tubuhnya melemah, dengan sendirinya minta minum Stimuno yang sudah aku stock di rumah. Balita aja mengerti kondisi tubuhnya walaupun secara tidak langsung? masa kita yang dewasa kalah? hehe. Tentu enggak kan?

Nah, Stimuno untuk dewasa ada Stimuno Forte tersedia dalam ukuran 1 box berisi 10 kapsul / blister dan isi 30 kapsul. Pemakaiannya cukup diminum 1 kali sehari untuk pencegahan, 3 kali sehari ketika sakit, sedangkan ketika dalam perjalanan cukup 2 kali sehari. Stimuno sudah dipercaya dan menjadi pilihan ibu-ibu / orang tua untuk menjaga kesehatan anaknya selama lebih dari 15 tahun. Berarti Stimuno bukan produk sembarangan ya.

Aku pun memilih Stimuno untuk menjaga kesehatanku, anakku, dan keluargaku. Maka dari itu selalu sediakan Stimuno di rumah yuk! 

"Minum Stimuno, Saya dan Anak Gak Takut Sakit"

#StimunoPenjagaImun
#GakTakutSakit
#Stimuno
#MomiXStimuno
#EveryMomisASuperMom






Rabu, 15 Januari 2020

Pilih Normal atau Caesar?

Pilih Normal atau Caesar????


Dua kata singkat diatas pasti menjadi dilema bagi setiap perempuan yang akan menjadi seorang ibu baru. Baik bagi yang belum pernah melahirkan maupun yang sudah pernah melahirkan. Yah, akupun sama. Mengapa mesti dilema???sedikit spoiler nih, keduaanya sama - sama sakit. Tapi ya proses melahirkan ini memang harus dijalani dan tentu pahalanya luar biasa.

Nah, aku mau berbagi cerita nih soal pengalamanku melahirkan anak kedua yang prosesnya sangat berbeda dengan anak yang pertama. Semoga setelah membaca ceritaku nanti temen - temen jadi lebih mantap dengan pilihan proses melahirkan yang dipilih.

Singkat cerita  dulu waktu hamil anak pertama sebut namanya Reina, proses melahirkan itu terjadi dengan mudah dan cepat. Persalinan yang maju 2 minggu dari HPL, mules ga begitu dirasakan, tau - tau sudah pembukaan 5 pas dicek, selang 2 jam lahirlah Reina ke dunia dengan proses 2 kali ngeden aja. Dijahit?tetep ya, tapi mulesnya itu lhooo luar biasa nikmat. Maka nikmat manakah yang kamu dustakan??

Selang 2.5 tahun kemudian hamil anak kedua sebut namanya Rania. Kehamilan ini tidak direncanakan, jadi sedikit shock juga dan antara siap ga siap. baca: kebobolan :) . wkwk. Jangan diketawain ya. Waktu hamil Rania ini, kehamilan kedua ini berjalan normal seperti biasa, hanya saja terdapat lebih banyak keluhan dibandingkan dengan kehamilan yang pertama. Begitu pula proses melahirkan juga sangat berbeda. Jadi jika ada orang yang bilang "kalau yang pertama normal pasti yang kedua normal malah lebih gampang lahirnya, tinggal batuk juga keluar" itu salah besar ya. Keduanya berbeda dan masing - masing anak punya cara sendiri. Hayooo, sampai disini mulai tebak - tebakan ya yang kedua lahirnya normal atau caesar???

Oh ya waktu hamil Reina menginjak usia 5.5 bulan kehamilan, aku udah free, udah resign kerja, cuti kuliah, intinya prepare banget karena moment ini adalah moment yang dinanti - nanti ampe habis berpuluh - puluh test pack pas ngecek awal hamil. Lalu, waktu hamil Rania cukup habis 1 test pack aja langsung shock. Kondisi dimana saat itu masih kuliah semester 6, banyak perlombaan tingkat Universitas yang diikuti dan ga mungkin di cancel, banyak sekali tanggungan dan intinya saya dalam posisi tidak siap begitupun pak suami. Dijalani ya dijalani tapi jujur memang setengah hati.

Ketika memasuki trimester 3 kehamilan Rania, aku mulai sering - sering nonton video proses melahirkan normal, biar makin mantap soalnya jujur walaupun udah pernah ngerasain, justru malah masih keinget banget rasa ngilunya. Mulai sering afirmasi positif ke janin, ikut prenatal yoga, intinya aku buat aktif mengikuti berbagai kegiatan, kuliah juga ga cuti dengan harapan proses melahirkan berjalan seperti ketika melahirkan Reina. Memasuki minggu ke 36 kontraksi makin intens berharap ini kontraksi mau lahiran. Pagi - pagi dianter pak suami ke bidan dan dicek baru pembukaan 1. Yailah, masih lama ini mah, mana perut udah berat banget. Ampe sore hari dicek juga masih pembukaan 1 dan mulesnya tetep segitu gitu aja, ampe nanya sendiri ke perut "nak, mau lahir kapan?udah berat banget nih." Ayahnya juga galau mau ninggal kerja apa enggak. Daaann, mules pembukaan 1 itu berjalan selama seminggu karena sempet dikasih penguat oleh Dokter karena ditakutkan paru - paru bayi belum matang jika dilahirkan sekarang.

Waktu minggu 37 langsung ke dokter lagi, konsultasi, dan berat janin sudah sekitar 3.5 kg menurut pemerikasaan USG, keseluruhan sudah matang, karena udah mules terus selama seminggu ditawarkan oleh dokter buat "Terminasi". Hah, apaan sih terminasi??ya intinya dikasih tindakan agar si bayi buruan lahir karena ukuran janin udah besar, ditambah sang ibu juga sudah merasa ga nyaman. Pilihannya mau induksi atau langsung SC??

Jledeerrrrrr, lemes, galau, kesel, bingung, campur aduk jadi satu. Seketika langsung ga doyan makan. Ditawarin mau tindakan hari ini atau besok??Whattt???dikira lagi millih baju diskkonan suruh milih secepat itu??

Induksi: dikasih obat perangsang biar mules dengan harapan pembukaan bertambah lalu melahirkan bayi dengan proses normal. Itu kalau proses induksinya berhasil. Kalau gagal?? ya SC. Klo milih langsung SC ya enaknya ga pake sakit mules - mules dulu. Klo di induksi masih ada 2 kemungkinan walaupun pahit - pahitnya klo induksi gagal tetep aja di SC.

Malam itu kami menetapkan pilihan untuk melalui proses induksi dulu, pokoknya usaha mau lahir normal. Minumlah obat induksinya, mules makin intens. 6 jam kemudian dicek, baru pembukaan 2. Yailah, udah mules sangat gitu masih aja pembukaan 2. Padahal posisi kepala bayi udah pas di bawah banget, udah sering ngedorong tapi pembukaan tak kunjung nambah. Lalu ditawarkan oleh dokter mau induksi lagi atau mau SC aja??induksi maksimal 4x artinya 4*6 jam diminumkan obatnya, tapi klo gagal ya tetap SC. Dengan segala pertimbangan dan berat hati ampe nangis - nangis akhirnya memutuskan untuk SC. Kenapa sih ampe nangis - nangis pas nentuin pilihan ini??faktor utamanya kebanyakan buibu galau klo habis lahiran ditanya normal atau SC??ya kan???

Proses SC berlangsung 15 menit aja dengan lancar. Yailah 15 menit doang, tau gitu dari kemarin - kemarin ga usah ngerasain mules langsung SC aja??ga gitu juga, intinya mah usaha dulu biar ga kalah sebelum berperang. eciiee. Dan pada tanggal 24 Desember 2019 lahirlah Rania ke dunia dengan proses normal dan caesar klo ditanya orang. wkwkwk. Soalnya sempet ngerasain mules2 dulu. Beratnya gede banget 3652 gram. Pantes mau ngebuka jalan lahirnya susah.

Pelajaran yang aku dapet dari proses melahirkan 2 anak ini yaitu:
1. Kondisi kehamilan tiap anak berbeda - beda
2. Faktor pikiran, stress, aktivitas mempengaruhi proses kehamilan hingga melahirkan.
3. Kekuatan pikiran menjadi kunci, jadi jangan ragu - ragu, mantepin diri aja, siapin mental baja waktu mau melahirkan. Soalnya pas hamil kedua akunya juga ga mantep mau lahiran normal.
4. Jangan pedulikan mulut tetangga, kita yang lahiran bukan mereka.
5. Mau normal atau SC sama aja jadi ibu. Keduanya sama - sama sakit nikmat, bedanya klo normal sakit di awal, SC sakit di belakang. Tapi keduanya punya efek samping yang menurut saya sama aja mau normal atau SC ya ga ada bedanya. Ga ada yang lebih baik, yang penting ibu dan bayi sehat. Jangan ambil risiko dengan memaksakan buat lahiran normal klo memang indikasinya sudah menyarankan untuk SC.

Jadi, ga perlu galau ya buibu mau lahiran normal atau caesar. Sama aja semuanya, yang ngebedain cuma comment netizen nya ama mulut cabe tetangga yang julid. Intinya kuatkan pikiran dan mentqal agar semuanya berjalan dengan mudah, lancar, dan menyenangkan. aamiin. Karena semua berasal dari pikiran kita sendiri.

Mau tanya lebih dalam atau sekedar sharing??bisa follow IG aku di https://instagram.com/ratihputri0 atau lewat twitter di https://twitter.com/dedecemplon2 . Nanti ku follback. Thank you

Jumat, 13 November 2015

Belanja di bukalapak.com

Hai hai, Udah tau belum gambar apa yg aku pajang ini???mungkin sebagian dah pada tau ya?Yang belum tau ayuk ikuti ceritaku....Jreng jreng. ..This is it Bukalapak.com



Awalnya aku masih parno ama yang namanya belanja online. Mengapa? ya udh pada tau lah, takut penipuan, modus, salah transfer ato apalah apalah. Banyak faktor pastinya. Suatu hari aku melihat teman kerjaku menerima paket, konon katanya belanja di bukalapak. Disitu aku jadi kepo tingkat tinggi, soalnya sering denger atau liat iklan bukalapak.com tapi belum ngerti apa sih itu bukalapak.com? Mau nanya detail ke temen malu, takut dikira kuper atau kudet (walaupun sebenernya emang ga update sih). hehe.. Akhirnya aku manfaatiin nih ponsel cerdas masih kelas "Jelly Bean". Mau browsing - brosing kelamaan langsung aja download aplikasinya di play store. Search aja Bukalapak langsung deh nongol aplikasinya paling atas.

Yang namanya kita make suatu aplikasi, pasti harus punya akun, bikin akun dulu ah biar ga kea penyelundup, isi data - datanya (beserta email pribadi) dan jadilah akun "Ratih Kusumaputri" ni liat gambar akunnya.


Utak - atik aja deh ni akun, lama - lama ngerti sendiri. Karena aku penasaran ama temenku yang belanja itu, pikiran ang muncul pertama kali adalah cari barang. Kebetulan lagi cari kado yang unik buat temen nikahan. Yang namanya cewek, kalau udh liat tulisan diskon pasti langsung melotot. Dapet ni barang - barang murah, unik, jarang ada di pasaran, gaperlu muter - muter ke pasar, gaperlu nawar, tinggal elus elus HP terus bayar, tunggu barang dikirim, ga nyampe 4 hari barang udh nyampe. Beuuuuhhh berasa jadi ratu sejagad klo gini :) dan jreng jrenggg...karena keasikan jadi kecanduan belanjanya. Ni Transaksi bulan kemarin.



Klo bukan karna duit abis mungkin thu transaksi masih nambah lagi, tapi screenshotnya cuma cukup segitu. Hehe. Disini kita bebas pilih barang tanpa capek, bebas milih mana yang mau dibeli tanpa harus diawasin dan tawar - menawar, gaperlu takut duit kekirim tapi barang ga dateng, karena BUKALAPAK MEMBERIKAN JAMINAN UANG KEMBALI DALAM WAKTU 4 HARI JIKA BARANG TIDAK DIKIRIM TERHITUNG SEJAK TANGGAL PEMBAYARAN. Transfernya juga ke bukalapak bukan ke supplier. Bukalapak rekeningnya juga macem - macem jadi ga perlu khawatir mau kirim ke rekening lewat bank yang mana. Jasa pengiriman yang dipake juga bisa dipilih sesuai keinginan.


Itu gambar apaan sih bulet - bulet ijo?itu status transaksi kita. Klo udah ijo semua berarti udah kelar thu urusannya. Jadi bukalapak bakal update pembayaran kita udh dikonfirmasi apa belum?udh dikirim apa belum?Berapa nomor resi pengirimannya?jadi kita gaperlu repot buat nanya. Simple kan?Alhamdulillah, ampe skrg belum dapet ketidaknyamanan dari bukalapak sih. Mudah- mudahan gak bakal ya.

Nah, klo kita udh terima barang juga mesti elus elus HP buat konfirmasi barang sudah diterima, jadi biar penjual buruan terima uang hasil jualan. Selain konfirmasi kita bisa keluarin uneg - uneg (baca: feedback) seputar barang yang dibeli atau suppliernya. Nih contoh uneg - uneg aku. Bebas ya mau positif atau negatif yang penting sesuai hati nurani aja.




Klo uneg - uneg dah keluar kan lega thu, setidaknya kita bisa berbagi pengalaman dengan calon pembeli lain. Ampe disini selesai deh transaksinya. Cari bbarang lagiii aahhhhhhh...Eits nanti dulu abis gajian. hehe

Finally, ternyata eh ternyata, kita ga cuma bisa beli aja di bukalapak, kita bisa jualan juga pake akun yang sama. Tinggal foto barangnya, tulis deskripsinya, tentukan harganya, Pasang deh di bukalapak.com ga perlu keliling buat nawarin karena bakal ada pemberitahuan darri bukalapak jika ada yang ingin membeli barang. Cuma aku belum bisa review pengalamanku jualan nih. Soalnya masih baru make, masih bingung juga apa yang mau dijual. Di bukalapak ada kode etik jualan ya, jadi bukan sistem jualan asal - asalan disini. Next, aku ga bakal sia - siain kesempatan jualan yang super mudah ini, sambil beli sambil cari ide barang yang mau dijual. Doain ya temen - temen biar jadi pedagang besar. Aamiin. Ditunggu ceritaku selanjutnya septar jualan di Bukalapak.com ya.

Terima kasih Bukalapak.com

See you.......